"Saya prihatin, masih banyak generasi muda, terutama Gen Z di media sosial seperti TikTok, yang belum paham konsep dasar kebangsaan kita," katanya.
"Generasi Z, termasuk mahasiswa, adalah calon pemimpin bangsa nantinya. Makanya, pemahaman terhadap empat pilar harus terus kita perkuat."
Untuk itulah, MPR gencar melakukan sosialisasi dengan berbagai metode. Salah satu yang dirasa efektif adalah gelaran Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat SMA yang kini sudah menjangkau seluruh provinsi. Siti berharap, kerja sama dengan UII ini bisa berjalan langgeng dan bahkan jadi model untuk kolaborasi dengan kampus-kampus lain.
Sementara itu, dari pihak UII, Rektor Fathul Wahid menyambut baik kerja sama ini. Ia menyebutnya sebuah kehormatan.
"Kami sangat antusias. Banyak peluang kolaborasi yang terbuka, mulai dari kajian akademik hingga kesempatan magang bagi mahasiswa," tutur Fathul.
Harapannya, sinergi ini bisa memperkuat kontribusi UII dalam pembangunan bangsa, khususnya melalui kerja sama dengan MPR RI. Penandatanganan nota kesepahaman sendiri dilakukan langsung oleh Siti Fauziah dan Fathul Wahid, disaksikan oleh sejumlah pejabat dari kedua institusi.
Artikel Terkait
DPR Soroti Blokade AS di Selat Hormuz, Peringatkan Risiko Eskalasi Global
Menteri Bappenas Soroti Inovasi Bahan Bakar Sawit dari Kampus untuk Dukung B50
Tiang Kabel Optik Ambruk di Mangga Besar, Lalu Lintas Terganggu
Barcelona Tumbang, Atletico Madrid Lolos ke Semifinal Liga Champions