Hari ini, suasana di Pasar Minggu dan Pasar Grogol di Jakarta sedikit berbeda. Ahmad Rizal Ramdhani, sang Dirut Perum BULOG, turun langsung ke lapangan. Tujuannya satu: memastikan minyak goreng Minyakita benar-benar ada dan mudah didapatkan oleh ibu-ibu di pasar tradisional.
Kerja sama dengan berbagai pihak pun digalang. BULOG tak sendirian. Mereka bersinergi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM DKI, plus Perumda Pasar Jaya dan tentu saja, tim BULOG Kanwil DKI Jakarta & Banten. Semuanya bergerak bersama.
Menurut Rizal, stok Minyakita sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan. Ia ingin menepis kekhawatiran yang mungkin beredar.
"Kami pastikan Minyakita tersedia dan harganya tetap terjangkau. Saat ini, harganya masih sesuai HET, Rp15.700 per liter,"
ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4/2026).
Namun begitu, ada fenomena menarik yang diamatinya. Permintaan terhadap Minyakita ternyata naik. Rupanya, masyarakat mulai beralih dari minyak curah ke kemasan sederhana seperti ini. Menyikapi tren itu, BULOG sudah mengajukan penambahan kuota pasokan. Langkah antisipatif, begitu kira-kira.
"Kami lihat demand meningkat. Makanya, kami usulkan tambahan pasokan agar masyarakat nggak kesulitan dapatkan Minyakita,"
Artikel Terkait
FIFA Pertimbangkan Playoff Tambahan, Peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 Kembali Terbuka
Reformasi Pasar Modal Dongkrak IHSG, OJK: Kepercayaan Investor Tumbuh
KPK Ungkap Modus Pemerasan Bupati Tulungagung hingga Kepala Sekolah dan Camat
KPK Geledah Sejumlah Lokasi dalam Penyidikan Kasus Pemerasan Bupati Tulungagung