"Ambulans datang, tidak lama langsung dimakamkan," tambahnya.
Keponakan almarhum, Fatimatuz Zahro (32), memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia menuturkan bahwa begitu tiba di rumah duka, jenazah Yai Mim langsung dimandikan dan disalatkan. Prosesnya berjalan cepat, sesuai dengan tuntunan agama dan keinginan keluarga.
Begitulah akhir perjalanan Yai Mim. Dari seorang akademisi yang dihormati, kini ia kembali ke tanah kelahiran, dipeluk oleh bumi Blitar di tengah keheningan malam.
Artikel Terkait
Kemendagri Dorong Tabalong Tingkatkan Kualitas Inovasi Berbasis Data dan Kolaborasi
Anggota DPR Habib Aboe Bakar Alhabsyi Minta Maaf ke Ulama Madura Soal Pernyataan Narkoba
Trump Kritik Pedas PM Italia Meloni Soal Sikap Netral dalam Konflik Iran
Kelangkaan Gas Elpiji Melanda Pasuruan Diduga Imbas Konflik Timur Tengah