Strategi turun ke lapangan ini punya maksud jelas: efektivitas. Dengan mendatangi langsung, KPK berharap pengumpulan materi berjalan lebih lancar. Mereka juga mengimbau semua pihak untuk kooperatif.
"Dengan pemeriksaan di daerah harapannya juga dapat langsung secara efektif karena memang dibutuhkan pemeriksaan kepada pihak-pihak dimaksud," ungkap Budi.
Kasus ini terus berkembang. Baru-baru ini, KPK menetapkan dua tersangka baru: Ismail Adham (Direktur Operasional PT Makassar Toraja/Maktour) dan Asrul Azis Taba (Komisaris PT Raudah Eksati Utama).
Diduga, keduanya memberikan uang kepada Yaqut. Modusnya? Lewat perantara, yaitu mantan staf khusus Yaqut, Gus Alex. Ismail Adham misalnya, disebut menyerahkan USD 30 ribu kepada Gus Alex. Tak hanya itu, dia juga diduga memberi USD 5.000 kepada mantan Dirjen PHU Kemenag, Hilman Latief.
Dengan tambahan dua nama ini, total tersangka kini menjadi empat orang. Dua lainnya, tentu saja, Yaqut Cholil Qoumas dan Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex. Penyidikan masih terus berlanjut.
Artikel Terkait
UI Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa FH, Ancaman Sanksi DO
KPK Tangkap Bupati Tulungagung, Korupsi Kepala Daerah Masih Jadi Tren
Trump Unggah Gambar AI Dirinya sebagai Yesus, Picu Kontroversi Baru
Menteri PPPA Kecam Keras Dugaan Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI