"Penyidik masih menunggu hasil audit forensik digital untuk mengungkap pelaku serta modus operandi dalam kasus peretasan ini," ujar Taufik.
Pernyataan itu disampaikannya dalam keterangan yang diterima redaksi pada Selasa, 14 April 2026.
Dari penyelidikan sementara, skala serangan ini terbilang masif. Sekitar enam ribu rekening nasabah menjadi sasaran. Angka kerugiannya? Diperkirakan mencapai 143 miliar rupiah. Bukan jumlah main-main.
Di sisi lain, sebagai langkah tanggung jawab, Bank Jambi telah mengambil tindakan. Seluruh dana nasabah yang terdampak dikembalikan. Upaya ini jelas untuk memulihkan kepercayaan yang sempat goyah akibat insiden tersebut.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Israel dan Lebanon Sepakat Mulai Negosiasi Langsung, Mediasi AS
Dembele Bawa PSG Hancurkan Liverpool di Anfield, Lolos ke Semifinal Liga Champions
AS Fasilitasi Pertemuan Langka Israel-Lebanon, Agenda Masih Berbeda Jauh
PSG Hancurkan Liverpool 2-0, Lolos ke Semifinal Liga Champions dengan Agregat 4-0