Soal isu merger sendiri, Martin mencoba meluruskan. Sebagai salah satu pendiri yang sudah lama bersama Surya Paloh, ia mengaku paham betul jalan pikiran sang ketua umum.
"Partai ini dijahit dengan semangat besar. Bukan pelengkap bilangan. NasDem akan terus ada untuk Indonesia, dengan nama Partai NasDem," imbuhnya, menegaskan.
Tanggapan dari Meja Redaksi
Dari kantor Tempo, tanggapan datang. Pemimpin Redaksi Setri Yasra menyikapi pernyataan Martin dengan cukup terbuka. Baginya, setiap penilaian atas liputan mereka adalah hak semua pihak. Bahkan, itu bisa jadi masukan berharga.
"Liputan jurnalistik tidak otomatis selesai ketika sudah terbit. Kami menghormati pelbagai penilaian tersebut," kata Setri.
Soal usulan melibatkan Dewan Pers, dia sepakat. Itu langkah yang tepat dan sesuai undang-undang untuk menyelesaikan sengketa pers. Namun, dia mengungkapkan satu hal: hingga saat ini, redaksi Tempo belum menerima hak jawab atau permintaan koreksi resmi dari pihak yang merasa dirugikan.
"Seandainya itu ada, pasti akan kami muat dalam kesempatan pertama," tutup Setri.
Nada kedua pernyataan itu jelas berbeda. Satu tegas dan penuh kecaman, satunya lagi lebih kalem dan prosedural. Yang pasti, perdebatan ini belum berakhir. Dan semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya.
Artikel Terkait
Dua Perempuan di Lebak Ditahan Usai Sumpah dengan Meninjak Al-Quran
Santri 16 Tahun di Bangka Diduga Dianiaya Senior, Dilaporkan ke Polisi
Mensos Gus Ipul Bahas Program Serap Penerima PKH Lewat Koperasi Desa
Survei: 73,8 Persen Publik Puas dengan Penanganan Bencana Sumatra