Polda Sumsel Gelar Safari Subuh untuk Pererat Hubungan dengan Warga

- Selasa, 14 April 2026 | 09:55 WIB
Polda Sumsel Gelar Safari Subuh untuk Pererat Hubungan dengan Warga

Subuh masih gelap ketika sejumlah perwira Polda Sumatera Selatan tiba di Masjid Samiul Huda, Palembang. Mereka bukan untuk razia, melainkan untuk shalat berjamaah. Inilah yang disebut Safari Subuh, sebuah kegiatan yang digagas untuk mendekatkan Polri dengan warga.

Dipimpin langsung oleh Wakapolda Sumsel, Brigjen Rony Samtana, kegiatan Selasa (14/4/2026) itu diikuti juga oleh sejumlah pejabat utama. Dir Lantas Kombes Maesa Soegriwo dan Dir Binmas Kombes Hari Purnomo turut hadir, bersama unsur pemerintah setempat dan pengurus masjid di Jalan Sersan KKO Usman Ali itu.

Setelah shalat, suasana berubah menjadi dialog yang cair. Di sinilah inti dari Safari Subuh itu sendiri. Brigjen Rony dengan santai menyapa jamaah, mendengarkan keluh kesah mereka, sambil menyelipkan pesan-pesan tentang pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban. Pendekatannya humanis, jauh dari kesan kaku.

“Kami ingin memastikan masyarakat merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung dan pengayom yang siap membantu kapan pun dibutuhkan,” ujar Rony Samtana.

Menurutnya, ini adalah wujud nyata program Presisi Polri. Intinya sederhana: polisi harus hadir di tengah masyarakat. Bukan cuma saat ada masalah, tapi sebagai mitra yang bisa memberi rasa aman dan nyaman dalam keseharian.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu'min Wijaya, menjelaskan bahwa inisiatif ini berangkat dari arahan Kapolda Irjen Sandi Nugroho. Gaya kepemimpinan yang selalu menekankan pendekatan manusiawi dalam setiap tugas.

“Melalui Safari Subuh, kami ingin menanamkan nilai bahwa setiap anggota Polri harus selalu hadir dan membawa kebaikan bagi masyarakat,” kata Nandang.

Acara yang berlangsung khidmat itu akhirnya ditutup dengan ramah tamah dan jabat tangan. Polda Sumsel berkomitmen untuk terus melanjutkan agenda semacam ini. Tujuannya jelas: mempererat silaturahmi dan meningkatkan kualitas pelayanan di Bumi Sriwijaya. Dengan begini, deteksi dini potensi gangguan bisa dilakukan dari akar rumput, langsung dari percakapan antarwarga dan polisi yang kini tak lagi merasa asing.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar