Nama aslinya tak banyak yang tahu, tapi panggilan Ki Bedil bergaum di kalangan tertentu. Pria 58 tahun asal Jawa Barat ini, berinisial TS, sudah dua puluh tahun lebih berkecimpung di bisnis gelap: merakit dan menjual senjata api ilegal. Reputasinya, bagi para pelaku kejahatan jalanan, nyaris seperti legenda.
Yang menarik, para pembelinya sendiri jarang bahkan mungkin tak pernah bertemu langsung dengan sang empu. Ki Bedil bekerja dari balik layar, misterius. Meski begitu, kualitas barang dagangannya tak main-main. Dia bisa membuat revolver, pistol, bahkan senjata laras panjang. Akurasinya cukup tajam, tak mengherankan karena pria ini punya pengalaman kerja di industri senapan angin dulu.
Namun begitu, riwayat panjangnya itu akhirnya terputus juga. Satresmob Bareskrim Polri berhasil menangkapnya di Rancaekek, Kabupaten Bandung. Penangkapan ini berawal dari laporan warga yang masuk ke hotline ‘Bang Resmob’.
Kepala Satresmob Bareskrim Polri, Kombes Pol Arsya Khadafi, menjelaskan sosok Ki Bedil.
“Ki Bedil ini adalah orang yang sudah cukup terkenal di kalangan para pelaku street crime dan juga pemburu ilegal,” ujarnya pada Senin (13/4/2026).
Polisi tak berhenti di situ. Mereka kini memburu para pembeli senjata hasil rakitan Ki Bedil. Langkah ini bagian dari instruksi Kabareskrim untuk menekan kejahatan jalanan yang melibatkan senpi ilegal.
“Kami akan mengembangkan juga pada para pelaku yang saat ini sudah membeli senjata dari Ki Bedil dan juga yang sudah menggunakannya,” tegas Arsya.
Broker dan Harga Selangit
Karena kualitasnya dianggap bagus, harga jual senjata buatan Ki Bedil bisa melambung hingga Rp 20 juta. Dia beroperasi lewat perantara atau broker, yang membuatnya sulit dilacak. Kelicikannya memang luar biasa.
“Saudara TS alias Ki Bedil ini cukup licin dan lihai. Selama ini dia bergerak di bawah bayang-bayang dan baru pertama kali tertangkap setelah 20 tahun dia beroperasi,” tutur Arsya.
Dua dekade bergerak dalam bayang-bayang. Kini, tirai itu terbuka, dan operasi polisi masih terus berlanjut.
Artikel Terkait
Libur Panjang Waisak dan Hari Lahir Pancasila, Kebun Raya Bogor Siapkan Jam Operasional Khusus dan Ragam Aktivitas Keluarga
Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Meski Rupiah Tembus Rp17.877 per Dolar
Pemkab Sidoarjo Pertahankan Opini WTP dari BPK untuk ke-13 Kali Berturut-turut
Beko Proyek Drainase Diduga Tersenggol Pipa Gas, Warga Perumnas I Bekasi Panik