"Lokasi dipilih di area terbuka yang bebas dari potensi bahaya gempa susulan atau longsor," jelas Cece tegas.
Di sisi lain, upaya tak cuma berhenti di pengiriman barang. Jajaran Kemensos turun langsung melakukan asesmen mendetail. Mereka mendata warga yang terdampak, mencatat tingkat kerusakan rumah, serta memeriksa kondisi fasilitas umum yang rusak. Tujuannya jelas: mendapatkan gambaran utuh tentang apa yang dibutuhkan.
Layanan kesehatan juga tak luput dari perhatian. Ada tim medis yang disiagakan untuk menangani korban luka ringan dan memantau kondisi kesehatan para pengungsi. Yang tak kalah penting, kegiatan trauma healing digelar, khususnya untuk anak-anak yang masih ketakutan akibat gempa utama dan susulannya.
Di lapangan, situasi perlahan mulai menunjukkan titik terang. Meski begitu, proses pemulihan masih panjang.
"Tim gabungan terdiri dari dinas terkait, BPBD, TNI, Polri, masih aktif di lapangan untuk mendirikan tenda darurat, mendistribusikan logistik, dan memantau situasi," ungkap Cece.
Ia mengakui, situasi secara umum mulai terkendali. Namun begitu, perbaikan rumah dan pemulihan kondisi mental warga masih membutuhkan waktu dan usaha ekstra. Pekerjaan besar itu belum usai.
Artikel Terkait
PM Italia Giorgia Meloni Tegur Keras Komentar Trump Terhadap Paus Leo
Anggota DPR Terpilih Jadi Ketua Karang Taruna Riau, Tekankan Peran Nyata di Masyarakat
Konsul Jenderal RI San Francisco Dorong Diaspora LPDP Berkontribusi dari Karier Global
ASEAN Desak AS dan Iran Segera Berunding, Jamin Keamanan Selat Hormuz