Hujan masih mengguyur beberapa wilayah Indonesia belakangan ini. Menurut BMKG, kondisi ini terjadi saat kita sedang dalam masa pancaroba, peralihan dari musim hujan menuju kemarau. Perubahan cuaca bisa datang tiba-tiba, jadi masyarakat perlu lebih siaga.
Lalu, bagaimana prediksi cuaca untuk hari-hari mendatang? BMKG punya sejumlah penjelasan terkait dinamika atmosfer yang sedang terjadi.
Penyebab Hujan di Masa Pancaroba
Laporan BMKG menyebutkan, hujan dengan intensitas bervariasi ini dipicu oleh beberapa faktor. Aktivitas gelombang atmosfer, seperti Rossby Ekuatorial dan Kelvin, terpantau cukup aktif. Tak hanya itu, fenomena MJO atau Madden-Julian Oscillation juga ikut berperan meningkatkan potensi awan hujan, khususnya saat melintas di sekitar Sumatera.
Di sisi lain, peralihan monsun dari Asia ke Australia turut membentuk pola sirkulasi angin yang unik. Faktor lokal punya andil juga. Pemanasan permukaan tanah di siang hari, ditambah dengan angin yang kadang melemah, mendorong terbentuknya awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan. Itulah mengapa hujan sering muncul sore atau malam hari.
Proyeksi Cuaca untuk Sepekan ke Depan
Untuk beberapa hari ke depan, kondisi atmosfer kita masih akan dipengaruhi campuran faktor global dan lokal. Secara global, fenomena ENSO dan DMI sama-sama berada dalam fase netral. Artinya, belum ada pengaruh signifikan yang mendorong peningkatan hujan dari Samudra Hindia, khususnya untuk Indonesia bagian barat.
Namun begitu, di tingkat regional, monsun Australia mulai menunjukkan pengaruhnya. Angin timuran yang membawa udara lebih kering mulai mendominasi, pertanda bahwa beberapa daerah perlahan bersiap menuju kemarau.
Meski trennya mengarah ke musim kering, bukan berarti hujan akan berhenti total. Aktivitas gelombang atmosfer dan potensi pusaran angin di beberapa titik masih bisa memicu pembentukan awan hujan. Jadi, potensi hujan lokal tetap ada di berbagai daerah.
Artikel Terkait
Mantan Ajudan Gubernur Riau Gugat KPK Rp 11 Miliar
Kemensos dan Kemenkop Sinergi Ajak Penerima Bansos Bekerja di Koperasi
Cuaca Ekstrem Tak Ganggu Pasokan Ikan di Banjarmasin Berkat Cold Storage
Truk Angkut Limbah Besi Tabrak 8 Kendaraan di Bekasi, Diduga Gagal Rem