Di tengah hiruk-pikuk Central Banking Forum 2026 di Jakarta, pernyataan Senior Deputi Gubernur BI Destry Damayanti menyita perhatian. Ia membeberkan sebuah analisis tentang dampak geopolitik yang jauh lebih rumit dari yang dibayangkan. Menurutnya, perang antara AS-Israel dan Iran memang tidak memberikan pukulan langsung ke jantung pasar keuangan global. Tapi, jangan salah. Dampak tidak langsungnya justru bisa sangat besar.
“Kalau bicara dampak langsung, Iran dan Israel ini sebenarnya bukan pusat keuangan global,” ujar Destry, seperti dikutip dari Antara, Senin (13/4/2026).
Kontribusi mereka di sektor keuangan memang tak terlalu signifikan, dan reaksi pasar di Timur Tengah sendiri relatif terbatas. Namun begitu, ia menegaskan, “Indirect impact-nya itu akan sangat besar.”
Lantas, kenapa bisa begitu? Jawabannya terletak pada dua hal. Pertama, tentu saja, karena Amerika Serikat sendiri yang terlibat. Negeri Paman Sam itu adalah pusat keuangan dunia. Gejolak apa pun yang melibatkannya, efeknya akan terasa ke mana-mana. Di sisi lain, posisi strategis Iran di kawasan yang rawan menciptakan gelombang ketidakpastian yang mencemaskan. Sentimen risiko pun meluas, menjalar jauh melampaui wilayah konflik.
Ilustrasi: Dolar AS (Freepik)
Artikel Terkait
Polres Pelabuhan Tanjungperak Gelar Patroli Cipkon, Kawasan Rawan Aman Kondusif
Jaksa Tuntut Eks Petinggi Pertamina 6,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi LNG
MK Gelar Purnabakti Hakim Anwar Usman, Sambut Dua Hakim Konstitusi Baru
Diskusi Publik Soroti Kebebasan Sipil dan Tantangan Demokrasi di Indonesia