Lalu, apa yang akan mereka jalani?
Kepala Badan Cadangan Nasional, Letjen TNI Gabriel Lema, menjelaskan bahwa para ASN ini akan langsung dibenamkan dalam Latihan Dasar Militer atau Latsarmil. Durasi yang ditetapkan cukup intens: satu setengah bulan penuh, atau 45 hari. Rencananya, pembukaan latihan ini akan dipusatkan di Lanud Halim Perdanakusuma pada 22 April mendatang.
"Pendidikannya satu setengah bulan. Tahun ini total ada 4.000 ASN yang kita siapkan dalam dua gelombang," jelas Gabriel.
Selama satu setengah bulan itu, hidup mereka akan diisi dengan beragam materi. Tujuannya jelas: pembentukan karakter dan kedisiplinan ala militer. Mereka juga akan mendapat pengetahuan dasar kemiliteran, tak lupa pengetahuan tentang senjata dan latihan menembak tentu saja dalam batas-batas tertentu.
"Kurikulum sudah diatur, ada nuansa bersifat militer namun bersifat pengetahuan terbatas. Senjata juga demikian karena mereka pun nanti harus melaksanakan latihan menembak terbatas," tuturnya lagi.
Yang penting ditekankan, program ini sama sekali tidak bermaksud mengacaukan struktur birokrasi yang sudah ada. Setelah masa pendidikan usai, para ASN ini diharapkan kembali ke meja kerjanya masing-masing, menjalankan tugas pokok seperti biasa. Mereka pulang dengan bekal baru, siap didaftarkan sebagai komponen cadangan pertahanan negara.
Artikel Terkait
Wakil Ketua DPR Prihatin, 6 Kepala Daerah Ditangkap KPK Sejak Awal 2026
Survei Poltracking: 74,1% Publik Puas dengan Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Mendagri Imbau Daerah di Sumut Salurkan Dana Hibah ke Aceh yang Terdampak Bencana
AS Blokade Selat Hormuz Usai Perundingan dengan Iran Gagal