Samator pun limbung. Mereka tak lagi mampu menahan gempuran, dan akhirnya harus rela kehilangan set pertama. Momentum itu terbawa. Di sisi lain, tim asuhan Rodolfo Luis Sánchez seperti terus dibayang-bayangi permainan cepat lawan. Set kedua dan ketiga pun berakhir dengan nasib serupa: mereka terpaksa menyerahkan kemenangan.
Kemenangan ini punya konsekuensi besar. Hasilnya menjadikan Jakarta LavAni Livin' Transmedia sebagai tim pertama yang melaju ke grand final. Sayangnya, itu juga berarti menutup pintu bagi harapan Jakarta Garuda Jaya.
Dengan demikian, peta klasemen sektor putra menjadi jelas. Puncak ditempati LavAni. Peringkat kedua kini diisi Bhayangkara Presisi, menguntit ketat. Surabaya Samator bertengger di posisi ketiga. Sementara Jakarta Garuda Jaya terpaksa puas menjadi juru kunci.
Perjalanan masih panjang. Tapi malam ini, jelas milik Bhayangkara Presisi.
Artikel Terkait
BMKG: Hujan Ringan Guyur Banyak Wilayah, Waspada Potensi Hujan Petir di Bandung dan Lampung
The Story So Far dan New Found Glory Batal Tampil di Hammersonic 2026
Pengadilan Militer Dengar Eksepsi Tiga Prajurit TNI AD Terdakwa Penculikan dan Pembunuhan
Pelatih Malut United Soroti Ketidakpatuhan Pemain Usai Takluk di Kandang Sendiri