Upaya perundingan antara Iran dan Amerika Serikat, yang difasilitasi Pakistan, akhirnya buntu. Kini, nasib gencatan senjata yang sedang berjalan di Iran pun dipertanyakan.
Menurut laporan Al-Jazeera dan CNN pada Minggu (12/4/2026), pembicaraan ini berlangsung dalam jeda pertempuran sebuah gencatan senjata dua pekan yang memberi ruang bagi diplomasi. Dari sisi AS, delegasi dipimpin langsung oleh Wakil Presiden JD Vance. Sementara Iran mengirimkan Mohammad Bagher Ghalibaf, sang Ketua Parlemen.
Perundingan alot itu dimulai Sabtu lalu. Dan setelah berjalan nyaris seharian penuh, tepatnya 21 jam dalam format maraton, semuanya berakhir tanpa titik terang. Tak ada kesepakatan yang bisa dicatat.
Dalam konferensi pers di Islamabad, Vance mengakui bahwa diskusi memang berlangsung substantif.
"Kami telah melakukannya selama 21 jam, dan kami telah melakukan sejumlah diskusi substantif dengan pihak Iran. Itu kabar baiknya," ujarnya.
Namun begitu, dia dengan cepat menyebut sisi buruknya. Menurut Vance, kegagalan mencapai kata sepakat justru lebih merugikan Tehran.
Artikel Terkait
Manchester City Hajar Chelsea 3-0, Perburuan Gelar Premier League Makin Sengit
Bantuan Laut ALRI Bantu Ringankan Tekanan Belanda pada Pasukan Ngurah Rai di Bali 1946
Jadwal Salat Kota Bandung untuk Senin, 13 April 2025
Bhayangkara Presisi Hajar Samator 3-0, Lolos ke Final Proliga 2026