Namun, momen puncaknya justru datang di penghujung waktu. Australia memberanikan diri memainkan pola power play dengan menarik kiper mereka. Dalam situasi genting itu, kiper Vietnam Pham Van Tu melihat celah. Dari area pertahanannya sendiri, dia melepaskan tembakan panjang yang melambung sempurna menuju gawang Australia yang kosong. Gol! Suasana gempar.
Gol dari kiper seperti itu memang langka di futsal. Momen itu langsung menjadi buah bibir dan viral, menjadi penutup pertandingan yang sulit dilupakan.
Posisi Ketiga, Tradisi yang Terus Dipertahankan
Kemenangan ini secara resmi menempatkan Vietnam di peringkat ketiga turnamen. Sepertinya, posisi ini sudah menjadi "rumah" yang nyaman bagi mereka. Catatan menunjukkan, ini bukan kali pertama. Vietnam sebelumnya juga finis ketiga pada edisi 2010, 2013, 2014, 2019, dan 2022.
Dengan performa solid dan dominan sepanjang laga, tim asuhan Miguel Rodrigo itu kembali mengukuhkan diri sebagai salah satu kekuatan futsal paling disegani di kawasan Asia Tenggara. Mereka pulang dengan kepala tegak, membawa prestasi dan satu momen gol yang akan dikenang lama.
(KAH)
Artikel Terkait
Persija Gelar Workshop Fotografi ke-5 di Sela Laga Kandang
Korban Penyekatan Air Keras Tolak Kasusnya Diadili di Peradilan Militer
BMKG Pastikan Cahaya Misterius di Langit Malang adalah Sampah Antariksa
Hexindo Gelar RUPSLB Usai Mundurnya Dua Direktur Asal Jepang