Pembunuhan Ninoy Aquino di Bandara Manila 1983: Titik Balik Perlawanan terhadap Marcos

- Minggu, 12 April 2026 | 16:55 WIB
Pembunuhan Ninoy Aquino di Bandara Manila 1983: Titik Balik Perlawanan terhadap Marcos

Keputusan Berisiko untuk Pulang

Rupanya, kerinduan dan tekadnya lebih besar. Di tahun 1983 itu, ia memutuskan kembali. Ambisinya jelas: mendorong rekonsiliasi dan stabilitas politik. Namanya kembali menggema sebagai calon presiden yang mungkin bisa mengakhiri era Marcos.

Di dalam pesawat yang membawanya ke Manila, Aquino sempat berbincang dengan para wartawan. Ia tampak sadar betul risiko yang menunggu.

Kata-kata itu seperti firasat. Begitu turun dari tangga pesawat, takdirnya pun terpenuhi. Kematiannya bukan akhir cerita. Justru menjadi percikan yang membakar perlawanan lebih besar, mengubah wajah Filipina selamanya.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar