Malam itu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, sebuah pengakuan menguak aliran dana yang cukup mengejutkan. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyebut Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo (GSW) diduga menggunakan uang hasil pemerasan untuk membagikan tunjangan hari raya (THR).
Penerimanya? Forum koordinasi pimpinan daerah atau Forkopimda setempat.
"Uang tersebut digunakan GSW untuk pemberian THR kepada sejumlah Forkopopimda di Pemerintah Kabupaten Tulungagung," jelas Asep, Sabtu (11/4/2026) malam.
Pengakuan ini, menurutnya, bersumber dari Dwi Yoga Ambal, sang ajudan bupati. Forkopimda sendiri beranggotakan pejabat kunci seperti kepala polres, komandan kodim, hingga ketua DPRD. Jadi, bisa dibayangkan skalanya.
Namun begitu, pemberian THR itu rupanya bukan satu-satunya. Asep menduga kuat uang haram itu juga diputar untuk kepentingan pribadi Gatut. Padahal, sebagai bupati, dia sudah punya anggaran operasional yang jelas.
Artikel Terkait
Anyma Batal Tampil di Coachella Akibat Angin Kencang, Seniman Ungkap Kekecewaan
Pembunuhan Ninoy Aquino di Bandara Manila 1983: Titik Balik Perlawanan terhadap Marcos
The Meru Sanur Raih Dua Penghargaan Bergengsi Tatler Best Indonesia 2026
Pemerintah Apresiasi Meta, Beri Catatan Merah untuk Google Soal Perlindungan Anak