Soal progres pembangunan, angka terbaru per 9 April cukup menggembirakan. Dari total 20.378 unit huntara yang ditargetkan di tiga provinsi, sebanyak 18.678 unit sudah berdiri. Artinya, capaiannya sudah nyaris 91 persen.
Rinciannya? Di Aceh, 16.853 unit dari 18.524 target telah rampung (90%). Sumut menyusul dengan progres 97% (995 unit dari 1.024). Sumbar bahkan sudah menyelesaikan seluruh 830 unit yang direncanakan.
Di sisi lain, bantuan DTH juga mengalir lancar. Bantuan ini diperuntukkan bagi penyintas yang memilih tidak tinggal di huntara. Besarannya Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan, atau total Rp 1,8 juta per keluarga.
Hingga kini, penyalurannya sudah mencapai 100 persen. Dana itu telah diterima oleh 14.750 keluarga: 8.684 di Aceh, 4.162 di Sumut, dan 1.904 di Sumbar.
Sementara itu, dari level pimpinan, Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian punya penekanan lain. Baginya, strategi percepatan huntara dan hunian tetap (huntap) adalah langkah krusial untuk memulihkan kehidupan penyintas.
“Pendirian huntap yang harus menjadi prioritas paling utama. Karena masyarakat tentu kita harapkan gak perlu terlalu lama di huntara. Masing-masing sudah mengharapkan pemerintah membangun hunian, rumah untuk mereka,” tutur Tito usai sebuah rapat koordinasi di Jakarta.
Jadi, meski pembangunan fisik berjalan cepat, perhatian pada mereka yang ‘terlambat’ melapor atau terlewat data tetap menjadi perhatian. Itu pesan utamanya.
Artikel Terkait
Kapolri Tegaskan Penerimaan Akpol 2026 Tanpa Biaya dan Kuota Khusus
Bupati Tulungagung Jadi Tersangka KPK atas Dugaan Pemerasan Pejabat
KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Tersangka Pemerasan dan Pengadaan Proyek
InJourney Airports Catat 38,2 Juta Penumpang di Kuartal I 2026