Namun begitu, faktor lain tak bisa diabaikan. Performa dua merek andalan Astra, Toyota dan Lexus, melambat di Maret 2026. Penjualannya cuma 18.021 unit, jauh menurun dari Maret 2025 yang tembus 22.658 unit. Daihatsu juga senasib, terjun dari 13.057 unit menjadi 8.916 unit pada periode yang sama.
Di sisi lain, pemain di luar grup Astra justru mulai unjuk gigi. Mereka secara kolektif berhasil menjual 107.408 unit di kuartal pertama tahun ini. Di sinilah pendatang baru seperti BYD berperan. Agresivitasnya terlihat nyata: mereka membukukan penjualan kumulatif 13.590 unit hanya dalam tiga bulan. Angka yang cukup untuk menggerus dominasi pemain lama.
Meski terdesak di beberapa lini, Astra masih punya benteng yang kokoh. Posisinya di segmen mobil murah atau low-cost green car (LCGC) nyaris tak tersentuh. Pangsa pasarnya di segmen ini mencapai 73% pada kuartal I 2026, dengan volume penjualan 20.905 unit. Itu adalah pertahanan terkuat mereka saat ini.
Catatan: Berita ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan Anda.
Artikel Terkait
Australia Hajar Brunei 12-0 di Laga Perdana Piala AFF U-17
Iran dan AS Mulai Perundingan Perdamaian Timur Tengah di Islamabad
Polres Lebak Tetapkan Dua Perempuan Tersangka Penistaan Agama
Pria di Pati Robohkan Rumah Sendiri Usai Dengar Mantan Istri Dilamar Pria Lain