ITS Kembangkan Bensin Sawit Benwit sebagai Alternatif Energi Nasional

- Jumat, 10 April 2026 | 21:45 WIB
ITS Kembangkan Bensin Sawit Benwit sebagai Alternatif Energi Nasional

Jalan menuju hasil optimal ternyata berliku. Pada percobaan awal, tim menggunakan katalis alumina. Hasilnya, biogasoline yang dihasilkan sekitar 60 persen. Sayangnya, proses ini butuh suhu operasi yang sangat tinggi, mencapai 420 derajat Celsius. Boros energi.

Namun begitu, penelitian tidak berhenti di situ. Mereka beralih ke katalis bimetalik berbasis nikel oksida dan tembaga oksida. Hasilnya? Lebih menjanjikan. Efisiensi reaksi meningkat, suhu operasi turun drastis ke 380 derajat Celsius, dan yang paling menggembirakan, rendemen produksinya melonjak hingga 30 persen.

“Produk yang dihasilkan didominasi hidrokarbon rantai pendek C5 hingga C11, yang merupakan komponen utama bensin komersial,” tambah Hosta.

Yang tak kalah cerdas, tim ini juga memikirkan limbahnya. Gas hasil samping dimanfaatkan kembali untuk memanaskan reaktor. Sementara residu cairnya, yang teksturnya mirip minyak, masih bisa dipakai sebagai bahan bakar alternatif untuk keperluan lain. Prinsipnya, hampir tak ada yang terbuang.

Penelitian ini juga dilengkapi analisis daur hidup atau Life Cycle Assessment (LCA). Hasil analisis menunjukkan jejak karbon yang terbilang rendah. Artinya, inovasi ini sejalan dengan prinsip energi bersih dan berkelanjutan. Sebuah terobosan yang nyata-nyata mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama di poin energi bersih dan konsumsi yang bertanggung jawab.

Jadi, mimpi punya bensin dari kebun sendiri perlahan mulai menemukan bentuknya. Tinggal menunggu komitmen dan langkah selanjutnya.

Editor: Redaksi TVRINews

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar