Soal biaya haji yang terus merangkak naik, terutama gara-gara harga avtur yang melonjak, akhirnya dapat titik terang. Pemerintah memastikan bahwa pembiayaan untuk menekan kenaikan itu sudah aman. Mereka punya strategi.
Menurut Febrio Kacaribu, Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, kebutuhan anggaran sekitar Rp1,77 triliun untuk menutup biaya pesawat jemaah haji tidak akan dibebankan pada satu pos anggaran tertentu saja. "Anggaran itu dikelola secara bersama melalui optimalisasi penerimaan dan efisiensi belanja negara," jelasnya.
Jadi, dari mana dananya? Pemerintah mengandalkan peningkatan penerimaan negara, yang belakangan ini cukup menggembirakan dari sektor sumber daya alam. Harga komoditas global seperti batu bara, CPO, dan nikel yang naik, memberi angin segar untuk kas negara.
Di sisi lain, langkah efisiensi belanja juga terus digenjot. Koordinasi antar kementerian diperkuat untuk menjaga keseimbangan yang pas: antara mendanai program-program prioritas dan menjaga ketahanan fiskal agar tetap sehat.
Artikel Terkait
KPK Periksa Tujuh ASN Pekalongan Terkait Dugaan Intervensi Bupati Nonaktif
KPK Tangkap 16 Orang dalam OTT, Termasuk Bupati Tulungagung
Menteri PU Akan Temui Kejati DKI Bahas Penggeledahan Kantor Terkait Kasus Korupsi
Kemenkeu Pertimbangkan Tukar Guling Geo Dipa dengan PNM