Iran sendiri bersikukuh akan terus mendukung Lebanon dan Poros Perlawanan. Para pemimpin di sana menilai serangan Israel sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dari kegagalan-kegagalan militer mereka di lapangan.
Konflik yang memanas ini berakar pada insiden tragis akhir Februari lalu. Menurut laporan media Press TV, pada 28 Februari, serangan AS dan Israel menewaskan Ayatollah Seyyed Ali Khamenei beserta sejumlah pejabat dan warga sipil. Balasannya tidak tanggung-tanggung. Iran meluncurkan Operasi “True Promise 4”, menghujani target AS dan Israel di Asia Barat dengan rudal dan drone.
Kini, setelah lebih dari enam pekan, pertukaran serangan masih berlangsung. Iran terus menyerang aset militer kedua negara itu, baik di kawasan Teluk Persia maupun wilayah pendudukan Palestina. Pesannya jelas: mereka akan bertahan, terus melawan, sampai gencatan senjata dipatuhi sepenuhnya.
Nada dari Teheran terasa semakin tegas dan tak mau kompromi. Peringatan Qalibaf mungkin adalah yang terbaru, tapi pasti bukan yang terakhir.
Artikel Terkait
MRP Papua Tengah Desak Pemerintah Ubah Pendekatan Keamanan di Papua
Mediasi Rachel Vennya dan Okin Mulai Berjalan, Ada Titik Terang Damai
Dewi Perssik Laporkan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Akun Palsu ke Polda Metro Jaya
Premanisme di Tanah Abang: Pedagang Bakso Jadi Sasaran, Polda Metro Jaya Janji Tindak Tegas