Prabowo dengan cepat menegaskan bahwa ia tidak bermaksud ikut campur politik dalam negeri orang lain. Poinnya lebih pada semangat untuk bertahan.
Di sisi lain, ia juga melihat jejak 'keras kepala' yang sama dalam sejarah bangsa sendiri. Para pendiri Republik ini, dalam pandangannya, adalah orang-orang yang sangat keras kepala. Mereka punya satu tekad baja: lebih baik mati daripada dijajah kembali. Itulah bentuk keras kepala yang ia maksud sebuah keteguhan prinsip.
"Jadi, saudara-saudara," pungkas Prabowo, menutup pernyataannya, "kita sikapi segala sesuatu dengan tenang dan arif. Tapi, prinsip-prinsip dasar harus kita pegang teguh."
Negara, tuturnya, harus berdiri di atas hukum dan konstitusi. Tanpa itu, yang ada hanyalah kekuatan belaka.
Artikel Terkait
Wisatawan Tewas Hanyut di Air Terjun Tibu Ijo Lombok Barat
Kim Geonwoo ALPHA DRIVE ONE Hiatus, Grup Lanjut Promosi dengan Tujuh Anggota
Bigmo Minta Maaf Langsung kepada Azizah Salsha, Akhiri Konflik Hukum
Surabaya Blokir Layanan Publik bagi Mantan Suami Lalai Bayar Nafkah