“Prabowo itu selalu mengatakan bahwa pangan adalah senjata, food as weapon gitu ya,” ujarnya.
Namun begitu, kondisi riil di lapangan dinilainya masih timpang. Fadli menyoroti kebiasaan impor beras yang menurutnya punya dampak buruk. Kebijakan itu, selain membebani, juga membuka ruang untuk praktik-praktik tidak sehat.
“Nah selama ini kita melakukan impor beras dan di dalam importasi beras itu selalu ada perburuan rente yang memang kemudian menghancurkan kita sistemik sebagai negara yang swasembada pangan,” tegasnya.
Poinnya jelas: ketergantungan impor bukan cuma soal angka di neraca perdagangan. Lebih dari itu, ia merusak fondasi kemandirian bangsa secara perlahan.
Artikel Terkait
Bigmo Minta Maaf Langsung kepada Azizah Salsha, Akhiri Konflik Hukum
Surabaya Blokir Layanan Publik bagi Mantan Suami Lalai Bayar Nafkah
Prabowo Targetkan Antrean Haji Lebih Singkat, Siapkan Terminal Khusus di Arab Saudi
Polda Sumsel Kembalikan 497 Kendaraan Hasil Ungkap Kasus Curanmor