"Kita memiliki transaksi 15 poin, yang sebagian besar telah disepakati. Kita lihat saja apa yang terjadi," ucapnya, terdengar optimis namun tetap menyisakan ruang untuk kemungkinan lain.
Dalam wawancara yang sama, Trump juga menyelipkan peran China. Ia yakin Beijing punya andil dalam membujuk Iran untuk kembali ke meja perundingan. Tak lupa, ia menyebut soal uranium Iran yang akan "ditangani secara sempurna" sebuah frasa yang ia lontarkan tanpa penjelasan rinci lebih lanjut.
Di sisi lain, Trump tampaknya melihat celah dari proposal yang diajukan Iran. Ia menyebut ada sebuah draf 10 poin dari Teheran yang menurutnya bisa dijadikan pijakan. Proposal itu, katanya, "dapat dilaksanakan" dan mungkin menjadi dasar untuk pembicaraan lebih jauh.
Semua ini terjadi di tengah tekanan waktu. Gencatan senjata dua minggu itu diumumkan menjelang berakhirnya tenggat waktu yang sebelumnya ditetapkan Trump sendiri untuk sebuah serangan besar-besaran. Sekarang, dunia menunggu. Apakah jeda ini hanya jeda sesaat, atau benar-benar awal dari sesuatu yang baru?
Artikel Terkait
Bigmo Minta Maaf Langsung kepada Azizah Salsha, Akhiri Konflik Hukum
Surabaya Blokir Layanan Publik bagi Mantan Suami Lalai Bayar Nafkah
Prabowo Targetkan Antrean Haji Lebih Singkat, Siapkan Terminal Khusus di Arab Saudi
Polda Sumsel Kembalikan 497 Kendaraan Hasil Ungkap Kasus Curanmor