"Kita semua tahu, situasinya mendesak. Harus kerja keras untuk mengubah budaya dan cara kerja kita. Targetnya jelas: pindah dari energi fosil ke EBT, salah satunya ya listrik ini," ujar Prasetyo menjelaskan.
Ia juga menyentil soal kondisi geopolitik global yang lagi panas. Situasi itu, tak bisa dipungkiri, bikin harga BBM dunia fluktuatif dan sulit ditebak. Nah, di tengah ketidakpastian itulah persiapan menuju energi terbarukan jadi semakin krusial.
"Dinamika harga BBM internasional karena geopolitik itu nyata. Makanya, semua persiapan untuk beralih ke energi baru terbarukan ini sudah dan terus dikerjakan oleh pemerintah," pungkasnya.
Jadi, peresmian pabrik di Magelang besok bukan sekadar seremoni biasa. Itu adalah bagian dari langkah nyata dan cukup strategis dalam peta besar transisi energi Indonesia.
Artikel Terkait
KontraS Laporkan Kasus Andrie Yunus ke Bareskrim, Duga Ada Percobaan Pembunuhan
Pemerintah Tegaskan Belum Putuskan Penarikan Pasukan Perdamaian dari Lebanon
Presiden Prabowo Wanti-wanti Bahaya Hoaks dan Fitnah AI di Media Sosial
Projo Serukan Persatuan dan Optimisme Hadapi Gejolak Global