Jakarta bergerak cepat. Menyusul insiden memilukan yang merenggut nyawa tiga prajurit TNI dalam misi UNIFIL di Lebanon, pemerintah Indonesia mendesak agar proses hukum berjalan tanpa kompromi. Kementerian Luar Negeri secara tegas meminta PBB dan pemerintah Lebanon memastikan investigasi terus berlanjut hingga tuntas, dan para pelaku diadili.
Upaya diplomasi digeber dari berbagai pintu. Menurut keterangan Plt Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kemlu, Veronica Vicka Ancilla Rompis, Menlu Sugiono sudah melakukan kontak langsung. “Beliau telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Lebanon dan Sekjen PBB pada 30 Maret lalu,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).
Vicka menegaskan, inti dari pembicaraan itu adalah mendesak investigasi yang transparan dan menyeluruh. Tak hanya itu, perlindungan penuh bagi keselamatan seluruh personel UNIFIL juga menjadi poin krusial.
Di sisi lain, jalur diplomasi di New York juga tak diam. Melalui Wakil Tetap RI di PBB, Indonesia aktif mendorong langkah-langkah konkret. Hasilnya, mereka bersama Prancis yang memegang isu UNIFIL di Dewan Keamanan berhasil menggelar rapat darurat.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Wanti-wanti Bahaya Hoaks dan Fitnah AI di Media Sosial
Projo Serukan Persatuan dan Optimisme Hadapi Gejolak Global
Jawa Tengah Catat 144 Kasus Campak dan 18 Rubella, Gubernur Prioritaskan Imunisasi
Polri Bekali Personel dengan Buku Saku 0% untuk Dukung Program Pengentasan Kemiskinan