Keributan berawal dari hal sepele: soal karcis parkir. Tapi ujung-ujungnya, dua pria babak belur di Jalan Boulevard, Panakkukang, Makassar. Aparat kepolisian akhirnya mengamankan seorang juru parkir berinisial IC, yang diduga jadi otak penganiayaan itu.
Menurut sejumlah saksi, kejadiannya berlangsung Minggu sore, 5 April lalu. Tepatnya di depan sebuah toko buah di Kelurahan Masale, sekitar pukul empat kurang seperempat. Suasana yang awalnya biasa saja, tiba-tiba berubah ricuh.
Kepala Unit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Uji Mughni, membeberkan kronologinya. Semua berawal ketika korban bernama AH hendak pulang usai berbelanja. Ia dimintai uang parkir tiga ribu rupiah oleh IC dan diberi secarik karcis.
Nah, di sinilah masalah mulai. AH merasa karcis yang diterimanya itu bukan untuk motor, melainkan mobil. Protesnya memicu adu mulut yang cepat sekali memanas. Tak lama, kata Uji, adu mulut berubah jadi adu pukul.
Merasa terpojok, AH buru-buru telepon rekannya, Serda KC SF (35), seorang anggota Komcad, minta bantuan.
Namun begitu, bukannya mereda, situasi malah tambah runyam. Pelaku rupanya memanggil kawan-kawannya. Kedua korban akhirnya dikeroyok sebelum para pelaku kabur meninggalkan lokasi.
"Kedua korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan sebelum para pelaku melarikan diri," jelas Uji, Selasa (7/4).
Akibatnya, keduanya mengalami luka memar, terutama di bagian wajah. Kondisi Serda KC SF disebut-sebut lebih parah, meski rincian lukanya belum diungkap secara detail.
Artikel Terkait
Pelindo dan Pemkot Makassar Sepakati Penataan Kawasan Pelabuhan dan Pembangunan Taman Km 0
Mahfud MD Jelaskan Batasan Makar: Kritik dan Gerakan Rakyat Bukan Penggulingan Pemerintah
Pria Ditemukan Tewas di Kamar Mess, Polisi Duga Meninggal karena Sakit
Mahfud MD Soroti Janji Prabowo Soal UU Perampasan Aset yang Mandek