Jogja Food & Beverage Expo 2026 Dibuka, Kolaborasi Empat Pameran Industri di JEC

- Rabu, 08 April 2026 | 12:50 WIB
Jogja Food & Beverage Expo 2026 Dibuka, Kolaborasi Empat Pameran Industri di JEC

Tak ketinggalan, Bakat Boga Challenge 2026 juga kembali digelar. Kompetisi ini mengumpulkan chef, pecinta kuliner, dan talenta muda dari seantero Indonesia. Mereka akan adu kreativitas dalam tujuh kategori kuliner warisan, seperti Traditional Jajanan Pasar, Nasi Tumpeng, sampai Mie Godhog Jawa. Kerja sama dengan ACP Indonesia membuat ajang ini makin bergengsi. Intinya, selain berkompetisi, peserta juga diajak untuk melestarikan cita rasa asli Indonesia.

Di sisi lain, bagi yang lebih fokus pada bisnis, ada program Business Matching. Platform ini dirancang khusus untuk membangun jejaring. Pelaku industri bisa menjajaki kerja sama langsung dengan exhibitor atau buyer potensial. Kombinasi antara edukasi, kompetisi, dan kolaborasi bisnis inilah yang diharapkan memberi nilai tambah nyata.

Dunia kopi juga tak dilewatkan. ICAB ROC Competition dan Jogja ROC Competition kembali jadi ajang para roaster unjuk gigi. Kompetisi roasting ini bukan cuma soal persaingan, tapi juga ruang edukasi. Tujuannya memperkuat ekosistem kopi lokal dan nasional, sekaligus mencetak talenta-talenta baru.

Sementara untuk sektor teh, Dewan Teh Indonesia kembali hadir dengan Tea Talks dan Tea Class. Programnya edukatif banget. Ada kelas "The Science Behind Tea Flavouring" yang bahas ilmu perisa teh, dan "Natural & Sugar Free Milk Tea" yang mengajarkan racikan milk tea sehat. Kelas-kelas ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi, mulai dari pelaku usaha sampai generasi muda yang penasaran dengan industri teh.

Kesuksesan acara sebesar ini, tentu saja, butuh dukungan banyak pihak. Dukungan itu datang dari Pemerintah Provinsi DIY, pemerintah kota, beberapa kementerian seperti Pariwisata, Perindustrian, dan Perdagangan. KADIN Indonesia dan KADIN DIY juga turut serta.

Tak ketinggalan, peran asosiasi sangat kental. Dukungan mengalir dari GAPMMI, Dewan Teh Indonesia, ACP, hingga berbagai organisasi seperti IPBS, PHRI, APRINDO, dan banyak lagi. Kolaborasi semacam ini yang membuat pameran tidak hanya ramai, tetapi juga punya dampak yang lebih dalam bagi industri.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar