Dari keterangan warga, polisi menduga kuat kecelakaan ini dipicu penyakit epilepsi yang diderita Rismawati. Ia disebut telah lama mengidap penyakit itu.
Sumur itu sendiri tidak terlalu dalam, kira-kira satu setengah meter. Tapi diameternya sempit. Kondisi itu, ditambah dengan kejang yang mungkin dialaminya, membuat korban nyaris tak punya kesempatan untuk menyelamatkan diri.
Evakuasi pun dilakukan. Dengan susah payah, jenazah akhirnya berhasil dikeluarkan oleh petugas dan warga. Jenazah kemudian dibawa ke rumah orang tua almarhumah untuk disemayamkan.
Polisi sempat mengusulkan autopsi. Namun, keluarga menolak. Mereka meyakini ini murni sebuah kecelakaan tragis. Apalagi, Rismawati dikabarkan pernah mengalami kejadian serupa sebelumnya saat penyakitnya kambuh di area rumah.
Peristiwa ini tentu meninggalkan duka yang mendalam. Terutama bagi kedua anaknya yang kini harus kehilangan sosok ibu.
Artikel Terkait
Serangan Drone dan Rudal Iran Picu Alarm di Sejumlah Negara Timur Tengah
Industri Pulp dan Kertas Tembus Ekspor USD 8,17 Miliar, Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
Ekspor Beras untuk Jemaah Haji Terancam Gagal Akibat Konflik Timur Tengah
Dua Tewas dalam Kecelakaan Beruntun Lima Kendaraan di Wonosobo