Serangan Drone dan Rudal Iran Picu Alarm di Sejumlah Negara Timur Tengah

- Rabu, 08 April 2026 | 14:50 WIB
Serangan Drone dan Rudal Iran Picu Alarm di Sejumlah Negara Timur Tengah

Suasana pagi di kawasan Teluk tiba-tiba berubah mencekam. Sirene peringatan serangan udara melengking di sejumlah negara, termasuk wilayah Israel, pada Rabu (8/4) pagi. Situasi ini muncul justru setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran, yang rencananya berlaku dua minggu.

Menurut laporan CNN, baik Kuwait maupun Uni Emirat Arab (UEA) mengaku sedang berupaya mencegat ancaman drone dan rudal di wilayah mereka. Di Abu Dhabi, misalnya, otoritas setempat tengah merespons kebakaran yang terjadi di fasilitas pengolahan gas Habshan. Api dan asap mengepul, meski detail kerusakannya belum jelas.

Di sisi lain, Qatar melaporkan keberhasilan. Kementerian Pertahanan negara itu menyatakan mereka telah berhasil mencegat serangan rudal yang mendekat.

Kegelisahan juga terasa di Bahrain. Kementerian Dalam Negeri setempat mengumumkan sirene peringatan udara telah berbunyi dan mendesak warga untuk segera mencari tempat perlindungan yang aman. Sementara itu, dari Arab Saudi, Otoritas Pertahanan Sipil mengeluarkan peringatan dini tentang potensi bahaya di Provinsi Al-Kharj.

Militer Israel, dalam pernyataannya, tak tinggal diam. Mereka mengidentifikasi sejumlah rudal yang diluncurkan dari Iran dan langsung bergerak untuk mencoba mencegatnya.

Yang jadi pertanyaan besar: semua ini terjadi di tengah kabar gencatan senjata. Baik AS maupun Iran sebelumnya telah menyatakan persetujuan mereka untuk berhenti bertempur selama dua minggu. Kesepakatan itu sendiri dicapai kurang dari satu jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Trump untuk melancarkan serangan besar-besaran ke Teheran. Namun begitu, realitas di lapangan pagi ini justru menunjukkan ketegangan yang belum benar-benar reda.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar