Antisipasi Risiko Musim Kemarau
Menanggapi prediksi ini, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengingatkan semua pihak untuk bersiap. Dari pemerintah pusat, daerah, sampai masyarakat biasa.
"Langkah ini harus dibarengi dengan penguatan sektor sumber daya air melalui revitalisasi waduk dan perbaikan jaringan distribusi demi menjamin ketersediaan air bersih bagi kebutuhan domestik maupun operasional PLTA di sektor energi," ujarnya.
Di sektor pangan, para petani disarankan menyesuaikan jadwal tanam. Pilih varietas yang lebih tahan banting terhadap kekeringan dan punya umur panen lebih pendek.
Di sisi lain, kewaspadaan terhadap dampak lingkungan juga harus ditingkatkan. Penurunan kualitas udara dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) jadi prioritas yang mesti diantisipasi dengan mekanisme respons cepat.
"BMKG menegaskan bahwa seluruh informasi prediksi ini merupakan bentuk peringatan dini (Early Warning) yang harus segera diterjemahkan menjadi aksi nyata (Early Action) oleh para pemangku kepentingan demi meminimalkan risiko bencana kekeringan di Indonesia," pungkas Fathani menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Ekspor Beras untuk Jemaah Haji Terancam Gagal Akibat Konflik Timur Tengah
Korlantas Resmikan Safety Driving Center di Banjarmasin, Targetkan Cetak Supir Profesional
Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Magelang Besok
Polda Metro Jaya Amankan Tujuh Anak Pengguna Narkoba, Fokus pada Rehabilitasi