Cuaca lagi nggak menentu nih. BMKG lewat Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap mengingatkan kita semua untuk waspada. Musim pancaroba, peralihan dari hujan ke kemarau, sering bawa kejutan berupa cuaca ekstrem.
Teguh Wardoyo, Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi di sana, bilang kondisi sekarang emang rawan. "Pada periode ini, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang," ujarnya Rabu lalu di Cilacap.
Dia ambil contoh aja kejadian di Banyumas awal bulan ini. Hujan yang turun di sana punya ciri-ciri khas cuaca ekstrem masa transisi. Data curah hujan 24 jam sampai Selasa (7/4) mencatat, beberapa titik di Banyumas kebagian hujan deras disertai petir dan angin kencang sehari sebelumnya.
"Hujan lebat tercatat terjadi di Rempoah, Cikidang, dan Sumbang, masing-masing sebesar 84 milimeter, 87 milimeter, dan 78 milimeter," jelas Teguh.
Nah, apa penyebabnya? Ternyata, atmosfer lokal yang labil ditambah pemanasan permukaan tanah yang cukup kuat memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) secara maksimal. Hasilnya? Hujan lebat dengan durasi pendek tapi intensitasnya tinggi bisa mengguyur suatu wilayah secara tiba-tiba.
Dan ini belum berakhir. Menurut prakiraan BMKG, potensi hujan lebat disertai petir masih mengintai dalam beberapa hari ke depan. Biasanya malam sampai dini hari jadi waktu yang paling rawan.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Ungkap 1.833 Kasus Narkoba dan Sita Lebih dari 712 Kg dalam Tiga Bulan
Ibu Penderita Epilepsi Tewas di Sumur Setengah Meter di Makassar
Unpad Jatinangor Izinkan Ojol dan Taksi Online Masuk Kampus dengan Aturan Khusus
BMKG Prediksi Puncak Kemarau Terjadi Agustus 2026, Wilayah Mulai Kering Bertahap