Di sisi lain, ada satu syarat krusial dari Trump: pembukaan Selat Hormuz. Selat vital itu harus dibuka sepenuhnya, segera, dan aman untuk lalu lintas kapal. Selama ini, kapal-kapal yang terkait dengan AS dan Israel sempat dilarang melintas oleh Iran. Bagi Washington, ini jelas jadi persoalan besar.
Di akhir pernyataannya, Trump menyatakan rasa hormatnya. "Merupakan suatu kehormatan untuk melihat masalah jangka panjang ini hampir terselesaikan," tulisnya, mewakili Amerika Serikat dan menurut klaimnya negara-negara Timur Tengah.
Pengumuman ini tentu saja langsung menyita perhatian. Dunia kini menunggu, apa yang akan terjadi dalam dua minggu masa gencatan itu. Apakah benar-benar akan ada kesepakatan damai, atau hanya jeda sesaat sebelum badai berikutnya.
Artikel Terkait
Program Air Bersih Perindo Ubah Hidup Warga di Dusun Watuliwung, Sikka
Trump Umumkan Gencatan Senjata Dua Pekan dengan Iran, Bergantung Pembukaan Selat Hormuz
Dua Pencopet di Stasiun Jatinegara Ditangkap Berkat Rekaman Warga
Kejaksaan Agung Luncurkan Aplikasi Jaga Desa dan Jaga Dapur MBG untuk Tekan Korupsi Dana Desa