Lurah Kalisari Dinonaktifkan Sementara Usai Unggah Foto Editan AI di JAKI

- Rabu, 08 April 2026 | 05:15 WIB
Lurah Kalisari Dinonaktifkan Sementara Usai Unggah Foto Editan AI di JAKI

Lurah Kalisari Dinonaktifkan, Gara-gara Foto Editan AI di Aplikasi JAKI

Gara-gara sebuah foto hasil artificial intelligence yang diunggah sebagai bukti penanganan parkir liar, Lurah Kalisari, Jakarta Timur, Siti Nurhasanah, akhirnya harus dinonaktifkan sementara. Langkah ini diambil Pemprov DKI Jakarta sambil menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat yang lebih mendalam. Intinya, mereka ingin tahu siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas kontroversi ini.

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, mengonfirmasi hal tersebut. “Sesuai hasil pemeriksaan dari inspektorat, yang bersangkutan untuk dinonaktifkan sambil menunggu proses dari tim pemeriksa lanjutan yang akan dibentuk di tingkat kota,” ujarnya.

Menurut Munjirin, ke depannya Pemkot akan memperketat pembinaan ke jajarannya. Tujuannya jelas: agar setiap aduan masyarakat ditindaklanjuti dengan serius di lapangan, bukan dengan rekayasa digital.

“Pembinaan sudah dan terus kita lakukan. Kemarin kita rapatkan seluruh camat dan seluruh suku dinas terkait dalam rangka menindaklanjuti aduan masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tampaknya geram dengan kasus ini. Dia meminta Inspektorat untuk mengusut tuntas, mulai dari siapa yang mengedit foto hingga yang berani mengunggahnya ke aplikasi resmi pemerintah.

“Inspektorat sedang melakukan pendalaman baik itu kepada lurah di Kalisari, kemudian PPSU-nya, kemudian Sudin-nya. Semuanya nanti pada saatnya pasti akan ketahuan,” kata Pramono di Balai Kota.

Pramono menekankan, fokus investigasi adalah mencari otak di balik manipulasi ini. “Yang saya minta untuk didalami dicari siapa yang melakukan AI-nya itu, kemudian yang meng-upload-nya,” ujarnya.

Namun begitu, Gubernur juga berpendapat bahwa kesalahan tak bisa serta-merta dibebankan sepenuhnya kepada petugas PPSU di lapangan. Logikanya, mereka kemungkinan besar bukan pihak yang paham dan melakukan editing dengan teknologi AI.

Meski demikian, pemeriksaan akan tetap berjalan menyeluruh. “Walaupun lurahnya sudah minta maaf, saya tetap minta Inspektorat mendalami hal ini,” tegas Pramono. Sanksi tegas, katanya, akan diberikan agar kejadian memalukan seperti ini tidak terulang lagi.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar