Suasana di sekitar konsulat Israel di Istanbul mendadak berubah mencekam. Seorang pria bersenjata api terlibat baku tembak dengan polisi. Dari insiden itu, sang pelaku tewas di tempat. Dua petugas kepolisian yang bertugas dilaporkan mengalami luka-luka, untungnya masih dalam kategori ringan.
Gubernur Istanbul, Davut Gul, sudah mengonfirmasi kematian pria bersenjata itu. Namun, motif di balik aksinya masih jadi tanda tanya. Apakah konsulat Israel memang jadi sasaran? Sampai saat ini, jawabannya belum jelas betul.
Menurut sejumlah saksi yang mengetahui situasi, tidak ada diplomat Israel yang berada di wilayah Turki saat kejadian. Informasi ini sedikit meredakan kekhawatiran, meski insidennya sendiri tetap serius.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, langsung angkat bicara. Ia dengan tegas mengutuk serangan ini.
"Kami tidak akan membiarkan... provokasi merusak iklim keamanan Turki," ujar Erdogan dalam sebuah pidato yang disiarkan langsung lewat televisi.
Artikel Terkait
Bayern Muenchen Kalahkan Real Madrid 2-1 di Leg Pertama Perempat Final Liga Champions
Gubernur Sumbar Targetkan Pemulihan Bencana Rampung dalam 3 Tahun dengan Anggaran Rp28 Triliun
Bareskrim Ungkap Jaringan Penyalahgunaan BBM dan Elpiji Subsidi, Rugikan Negara Rp1,26 Triliun
Akademisi: Festival Paskah GMIT di Kupang Beri Dampak Nyata bagi Ekonomi Warga