Gubernur DKI: Mayoritas Siswa Korban Keracunan di Pondok Kelapa Sudah Dipulangkan

- Senin, 06 April 2026 | 11:30 WIB
Gubernur DKI: Mayoritas Siswa Korban Keracunan di Pondok Kelapa Sudah Dipulangkan

Mayoritas Siswa Korban Keracunan di Jaktim Sudah Bisa Pulang

Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, mulai menunjukkan perkembangan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan kabar terbaru bahwa sebagian besar siswa yang sempat dirawat di rumah sakit kini telah diperbolehkan pulang.

“Yang pertama, hampir semua siswa itu sudah dipulangkan ya, hampir semua, sebagian besar,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Meski begitu, ia mengaku belum menerima laporan resmi pagi ini dari Kepala Dinas Kesehatan maupun Dinas Pendidikan. Pramono sendiri pada Sabtu lalu sempat mendatangi Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit untuk menjenguk para korban. Saat itu, tercatat ada 72 siswa yang menjalani perawatan.

“Tapi dari jumlah tujuh puluh dua siswa yang pada waktu hari Sabtu saya juga ikut melihat secara langsung di Rumah Sakit Duren Sawit, sekarang ini hampir semuanya sudah sehat kembali,” katanya lagi.

Lantas, apa penyebab pastinya? Menurut Pramono, wewenang untuk melakukan uji laboratorium ada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN). Namun dari hasil dialognya dengan para siswa di rumah sakit, ada satu menu yang kerap disebut.

“Mengenai potensi dari apa yang menyebabkan keracunan, tentunya ini kewenangan BGN. Tetapi semua anak pada waktu itu ketika berdialog dengan saya mereka mengatakan bahwa kemungkinan besar ini dari spaghetti,” jelasnya.

Insiden ini melibatkan siswa dari empat sekolah berbeda di kawasan Pondok Kelapa, yaitu SMAN 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07. Soal biaya pengobatan, Pramono menyebut akan ditanggung BPJS bagi yang terdaftar. Untuk yang tidak, BGN telah berjanji akan menanggungnya.

Di sisi lain, respons resmi pun datang dari Badan Gizi Nasional. Melalui Wakil Kepala Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, BGN menyampaikan permohonan maaf atas insiden keamanan pangan yang terjadi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” tegas Nanik pada Sabtu (4/4/2026).

Langkah tegas langsung diambil. Operasional dapur SPPG terkait dihentikan sementara waktu. “Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar,” imbuhnya.

Kejadian bermula pada Jumat (3/4/2026). Sehari sebelumnya, Kamis sore, pihak SPPG sudah mendapat laporan dari guru tentang 36 siswa yang mengeluh sakit perut, diare, dan mual usai makan. Menu yang disajikan hari itu cukup lengkap: spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, plus buah stroberi. Totalnya, korban yang terdampak mencapai 60 orang. Syukurlah, kondisi mereka kini dilaporkan membaik setelah mendapat penanganan medis.

Dugaan sementara, makanan yang dikonsumsi sudah tidak dalam kondisi segar. Jeda waktu antara masak dan makan yang terlalu lama diduga jadi pemicu turunnya kualitas makanan. BGN berjanji akan memperketat pengawasan. Tujuannya jelas: mencegah terulangnya kejadian serupa dan menjamin keamanan pangan untuk program MBG ke depannya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar