Ia berpendapat, kerja nyata yang dirasakan masyarakat patut dihormati sekarang juga. "Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Kalau bukan JPS, siapa lagi?" ujarnya retoris.
Menerima penghargaan ini, Andre Rosiade menyampaikan terima kasih. Ia menganggapnya sebagai penyemangat, tapi sekaligus pengingat bahwa pekerjaan rumah di Sumbar masih sangat banyak.
Bencana mungkin perlahan tertangani, namun tantangan ekonomi justru makin menganga. Andre menyoroti angka yang menurutnya mengkhawatirkan.
"Pertumbuhan ekonomi Sumbar hanya sekitar 3 persen, sementara inflasi mencapai 6 persen. Artinya daya beli masyarakat semakin tertekan. Ini harus menjadi perhatian serius kita bersama," paparnya.
Ia lalu menekankan pentingnya langkah konkret, bukan sekadar pencitraan. Fokusnya harus pada pembangunan infrastruktur dan menarik investasi untuk membuka lapangan kerja. Minimnya kesempatan kerja inilah, menurutnya, yang memaksa banyak anak muda merantau.
"Kepala daerah harus bangun dari kelalaian. Mari bekerja serius membangun Sumatera Barat secara nyata," tutur Andre menegaskan.
Harapannya, momentum penghargaan ini bisa memacu semangat gotong royong yang lebih kuat. Antara pemerintah dan masyarakat, untuk benar-benar membangkitkan ekonomi dan pembangunan Sumbar ke depan.
Artikel Terkait
Serangan Udara Israel di Beirut Selatan Tewaskan 4 Orang, Luka 30
Arbeloa Anggap Beban Kekalahan Madrid ke Mallorca Sebagai Tanggung Jawab Pribadi
Muzani dan Haedar Nashir Bahas Geopolitik Global dalam Silaturahmi Halalbihalal
Jurnalis TVRI Luncurkan Antologi Puisi Kolaborasi 181 Penulis ASEAN