Di sisi lain, respons dari Israel datang cepat. Militer Israel secara terbuka mengklaim tanggung jawab atas serangan Sabtu pagi itu. Bahkan, nada yang digunakan terang-terangan dan penuh ancaman.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, lewat sebuah video di media sosial, bersumpah akan melanjutkan serangan semacam ini. Ia berargumen kompleks di Mahshahr bukanlah fasilitas sipil biasa.
Menurut klaimnya, situs itu "bertanggung jawab untuk memproduksi dan mengekspor bahan kimia ke angkatan bersenjata rezim".
"Fasilitas yang menjadi sasaran digunakan untuk memproduksi bahan untuk bahan peledak, rudal balistik, dan persenjataan tambahan," tegas Netanyahu, membenarkan serangan tersebut sebagai target militer yang sah.
Insiden ini jelas memperpanjang daftar ketegangan yang sudah memanas di kawasan. Dan sepertinya, belum akan berakhir di sini.
Artikel Terkait
Iduladha 2026 Diprediksi 27 Mei, Berpotensi Ciptakan Libur Panjang
Banjir Bandang di Angola Tewaskan 15 Orang dan Rendam Ribuan Rumah
Lebaran Betawi ke-18 Digelar di Lapangan Banteng April 2026
Serangan Udara Israel di Beirut Selatan Tewaskan 4 Orang, Luka 30