Ribuan Orang Gelar Salat Gaib di Kedubes AS untuk Tiga Prajurit Gugur di Lebanon

- Minggu, 05 April 2026 | 11:30 WIB
Ribuan Orang Gelar Salat Gaib di Kedubes AS untuk Tiga Prajurit Gugur di Lebanon

Suasana di depan Kedubes Amerika Serikat di Jakarta Pusat pagi itu berbeda dari biasanya. Jalan Medan Merdeka Selatan yang biasanya ramai lalu lintas, kini dipenuhi ribuan orang. Mereka berkumpul dalam aksi damai bertajuk 'Berjuta Doa untuk Syuhada TNI', sebuah bentuk duka untuk tiga prajurit kita yang gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon.

Massa dari Majelis Ormas Islam (MOI) itu membludak. Sampai-sampai, polisi menutup ruas jalan itu. Mereka datang dengan pakaian putih dan hitam, khusyuk. Yang menarik, banyak juga yang membawa serta anak-anak, seolah ingin mengajarkan arti solidaritas dan doa sejak dini.

Dari atas panggung, suara orator menggema. Ia mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan salat ghaib. Ajakan itu langsung disambut. Ribuan orang bergegas mengambil air wudhu, menyiapkan diri.

"Sebentar lagi kita akan melaksanakan salat ghaib, nanti shafnya dirapikan,"

Begitu suara pengarah itu terdengar. Tak lama kemudian, dengan penuh khidmat, mereka salat berjamaah. Usai salat, doa bersama dipanjatkan. Harapannya satu: agar para pahlawan yang gugur itu ditempatkan di sisi-Nya yang terbaik.

Di tengah lautan manusia, nuansa lain juga terlihat. Beberapa peserta mengenakan aksesori khas Palestina, bendera-bendera kecil juga berkibar. Rupanya, selain berduka, aksi ini juga jadi momentum untuk menyuarakan solidaritas pada perjuangan kemerdekaan Palestina. Suara dukungan itu bergemuruh, menyatu dengan rasa duka cita.

Aksi yang digelar Minggu, 5 April 2026 ini, benar-benar menunjukkan bagaimana rasa kehilangan itu bisa menyatukan ribuan orang dalam doa. Dalam diam dan khusyuknya salat ghaib, terasa betul getaran emosi yang mendalam.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar