"Kita suarakan nurani. Nurani manusia sama, agamanya apapun nuraninya sama, ras apapun nuraninya sama," ujarnya.
"Bahwa perjuangan nurani kalau dia sampai ditikam, dia akan menghidupkan sel-sel hidup yang tidur di seluruh Indonesia. Karena kita bicara tentang TNI yang di UNIFIL tidak diberi kewenangan untuk membawa senjata melawan, tapi dia dibunuh oleh Israel."
Ali menegaskan, aksi ini bukan sekadar ritual doa. Ada maksi yang lebih dalam. Mereka ingin sentuhan emosional ini merasuk ke dalam hati setiap orang yang lewat.
"Bukan hanya mendoakan. Kita ingin menjadi mereka sekalipun dengan darahnya. Kenapa? Kita ingin nurani ini hidup," jelasnya lagi. "Bangsa ini juga dulu dilahirkan oleh jutaan darah untuk merdeka. Tidak mungkin hari ini kita punya tiga TNI yang berkorban lalu kita diam saja."
Pagi itu di CFD, suara lalu lalang kendaraan yang hilang sejenak digantikan oleh suara lain: suara protes, suara duka, dan suara harapan yang ditumpahkan di atas selembar kain putih.
Artikel Terkait
Gunung Dukono Erupsi, Status Waspada Berlaku dan Warga Tobelo Diimbau Waspada Hujan Abu
Iran Bantah Klaim Trump Soal Evakuasi Pilot AS yang Ditembak Jatuh
Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang Capai 163 Unit, Fasilitas Penunjang Segera Rampung
Aturan IGRS Kominfo Picu Kekhawatiran Blokir Game dan Hambat Industri