Menurut sejumlah saksi, langkah ini disambut baik oleh warga yang masih berjuang memulihkan kehidupan. Di lapangan, bantuan yang disalurkan terbilang komprehensif. Ada 1.000 paket peralatan dapur, 100 unit torent air, 400 paket sembako, plus 200 paket perlengkapan ibadah.
Kaposwil Safrizal kemudian memberi penjelasan. Seribu paket dapur itu, katanya, adalah bagian dari Paket Hidup Dasar. Tujuannya sederhana: memberi kemandirian pangan bagi keluarga-keluarga terdampak.
"Kita sudah melihat dan mendengar langsung aspirasi masyarakat. Bapak Menteri juga sudah menyampaikan bahwa kita (pemerintah) akan selalu hadir mengawal percepatan rehab rekon untuk masyarakat,” ujarnya.
Namun begitu, persoalan mendesak lain adalah air bersih dan sanitasi. Untuk itulah, pembangunan sumur bor digadang-gadang sebagai solusi permanen.
“Khususnya untuk penyediaan air bersih kita akan langsung bangun sumur bor di lokasi (Lubuk Sidup dan Sekumur)," tutup Safrizal.
Dengan diterjunkannya ratusan praja IPDN ini, harapannya proses pemulihan bisa lebih cepat dan tepat sasaran. Kehadiran Tito di lapian seolah menjadi penegas bahwa isu ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
Artikel Terkait
Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang Capai 163 Unit, Fasilitas Penunjang Segera Rampung
Aturan IGRS Kominfo Picu Kekhawatiran Blokir Game dan Hambat Industri
Truk Gandeng Tabrak Pikap di Demak, Satu Orang Tewas Tertabrak
Banjir di Demak Surut, Satu Anak Tewas dan Perbaikan Tanggul Digenjot