Film Pesugihan Sate Gagak Raih Sukses, Tambah Layar Tayang Lebih Banyak
Film horor komedi Indonesia, Pesugihan Sate Gagak, yang disutradarai oleh Dono Pradana dan Etienne Caesar, menuai respons positif dari penonton. Kesuksesan film ini terbukti dengan bertambahnya jumlah layar tayang secara nasional menjadi 401 layar dengan total 1.481 sesi penayangan sejak dirilis pada 13 November.
Kisah Horor Komedi dengan Pesan Moral Mendalam
Durasi film selama 1 jam 45 menit ini berhasil menghadirkan tawa sekaligus ketegangan, dibalut dengan pesan moral yang kuat bagi penonton. Film ini menampilkan bintang-bintang papan atas seperti Ardit Erwandha, Yono Bakrie, dan Benedictus Siregar. Mereka didukung oleh deretan komedian ternama seperti Nunung, Arief Didu, Yoriko Angeline, serta komedian asal Surabaya Firza Falaza dan Arif Alfiansyah.
Alur Cerita Pesugihan Sate Gagak
Sutradara Dono Pradana memaparkan, film ini berpusat pada tiga karakter sahabat yang terbelit masalah finansial. Mereka memilih jalan pintas dengan melakukan ritual Pesugihan Sate Gagak berdasarkan informasi yang tidak lengkap. Akibat kelalaian mereka, ketiganya menjadi budak dari demit atau hantu yang ketagihan menyantap sate dan terus menagih imbalan.
Fakta Seru di Balik Layar
Proses syuting film horor komedi ini tidak lepas dari momen-momen lucu dan unik. Salah satu kejadian kocak terjadi saat pengambilan adegan horor, di mana pemeran pocong tiba-tiba terjatuh karena merasa didorong oleh entitas tak kasat mata.
Dono Pradana mengenang, "Yang lucu, saat ia jatuh, pemeran kuntilanak dengan sigap menolongnya dan mulai merapal mantra seolah-olah meruqyah si pocong. Saat itu adalah momen yang unik, antara seram dan lucu." Kisah ini ia bagikan saat nobar bersama Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Kolaborasi dan Talenta Lokal
Film Pesugihan Sate Gagak juga menandai penampilan perdana komedian Nunung dalam film komedi murni. Dono mengungkapkan antusiasme Nunung yang sangat tinggi hingga membawa naskah skrip ke mana-mana.
Tak hanya itu, film ini menjadi wadah pengoptimalan talenta lokal Surabaya. Dono dengan bangga menyertakan komedian seperti Firza Falaza dan Rehan Satrio, menunjukkan komitmennya untuk mengembangkan bakat di luar Jakarta.
Konsep Urban Legend dan Pesan Hidup
Dono Pradana menjelaskan bahwa film ini merupakan perpaduan antara cerita mistis urban legend khas Indonesia dengan komedi situasi yang menghibur. "Ini adalah cerita tentang legenda urban yang hidup di masyarakat, tetapi dikemas melalui situasi komedi yang segar," jelasnya.
Melalui film pertamanya ini, Dono ingin menyampaikan pesan moral yang dalam. "Pesan intinya adalah tidak ada kesuksesan dalam hidup yang dapat dicapai tanpa melalui proses. Tidak ada yang instan. Hidup tidak bisa serta merta menjadi enak tanpa perjuangan," pesannya menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
PHR Catat Produksi 1.274 BOPD dari Sumur Baru di Blok Rokan
Presiden Prabowo Bertolak ke AS untuk Tandatangani Perjanjian Dagang Bersejarah
Bapanas Catat Harga Daging Kerbau dan Minyak Goreng Naik Jelang Imlek-Ramadan
BSI Kukuhkan Posisi sebagai Bank Kustodian Syariah Terbesar, Aset Kelola Tembus Rp128 Triliun