Ketegangan antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel masih terus berlanjut, tanpa tanda-tanda akan mereda. Malah, situasi justru semakin panas setelah Teheran mengklaim berhasil menjatuhkan sejumlah pesawat tempur musuh. Menurut Iran, ini jadi bukti nyata kekuatan pertahanan udaranya yang makin solid.
Pada Jumat lalu, langit Iran jadi saksi serangkaian bentrok udara yang sengit. Iran melaporkan total dua jet tempur, tiga drone, plus dua rudal jelajah berhasil ditembak jatuh. Bagi mereka, hari itu adalah "hari kelam" bagi angkatan udara AS dan Israel. Klaim ini tentu saja menambah panjang daftar konfrontasi yang sudah berlarut-larut.
Keesokan harinya, Sabtu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merilis pernyataan resmi yang membeberkan detail operasi tersebut. Menurut juru bicara mereka, serangkaian pencegatan berhasil dilakukan di beberapa provinsi.
Dua rudal jelajah dihancurkan di atas Khomein dan Zanjan. Tak hanya itu, di langit Isfahan, dua drone serang MQ-9 berhasil dijebak dan ditembak jatuh. Sementara satu drone Hermes lainnya dilumpuhkan di wilayah Bushehr.
Yang menarik, IRGC menyebut semua ini berkat sistem pertahanan udara baru mereka yang canggih. Sistem ini diklaim terintegrasi penuh dengan jaringan pertahanan nasional, bekerja dengan koordinasi yang sangat rapi.
Artikel Terkait
Sidibe Cetak Brace, Bhayangkara FC Kalahkan Persija 3-2 dalam Drama Injury Time
Bali United Hadapi PSBS Biak Tanpa Penonton di Kandang
Masih Ada Empat Long Weekend di Sisa 2026 Setelah Paskah
Truk TNI Angkut Siswa SD Terlibat Kecelakaan Maut di Kalideres, Satu Tewas