“Presiden menyampaikan belasungkawa yang mendalam,” begitu kira-kira laporan yang beredar. Tapi yang terlihat lebih dari sekadar ucapan. Ada upaya untuk menghibur, meski hanya dengan kehadiran dan perhatian singkat.
Usai berbincang, Prabowo lalu berdiri tegak. Ia memberi penghormatan terakhir di hadapan foto ketiga prajurit yang disemayamkan di ruangan itu. Rasa haru pun makin menjadi-jadi ketika keluarga inti diperbolehkan mendekat. Mereka memeluk peti jenazah yang terbungkus bendera Merah Putih, seolah tak rela melepas.
Ketiga prajurit itu Mayor Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Serka Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Farizal Rhomadhon gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon. Tugas mereka mulia: menjaga stabilitas dan perdamaian dunia di bawah bendera United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Namun di balik tugas negara yang agung, yang tersisa adalah duka di rumah. Seorang janda dengan bayi yang masih menangis, dan sebuah ciuman penghiburan dari seorang presiden.
Artikel Terkait
Pilot AS Berhasil Diselamatkan Usai Jet Tempurnya Ditembak Jatuh Iran
Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan Tewaskan Pemilik Hajatan di Purwakarta
Persija Hadapi Bhayangkara yang On Fire di Lampung Tanpa Emaxwell
PTPP Lakukan Penataan Keuangan untuk Perkuat Fondasi Jangka Panjang