Mentan Amran Sulaiman Beri Modal Rp20 Juta ke Ibu Penjual Kerupuk di Watampone

- Minggu, 05 April 2026 | 13:00 WIB
Mentan Amran Sulaiman Beri Modal Rp20 Juta ke Ibu Penjual Kerupuk di Watampone
Mentan Beri Kejutan untuk Penjual Kerupuk

Kejutan di Lapangan Merdeka: Modal Usaha untuk Ibu Penjual Kerupuk

Di tengah keriuhan acara jalan sehat "Anti Mager" di Lapangan Merdeka, Watampone, Minggu pagi itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menunjukkan aksinya yang lain. Bukan sekadar sambutan formal. Ia justru memberi perhatian pada seorang ibu penjual kerupuk yang sederhana.

Ibu itu, yang sehari-hari menanggung hidup tujuh orang anak, sama sekali tak menyangka. Usai pengundian doorprize, Mentan tiba-tiba memanggilnya naik ke panggung. Suasana pun langsung hening sejenak.

"Berapa harganya ini daganganta?" tanya Amran, menyapa dengan logat khas Sulawesi.

"Rp10 ribu puang," balas si ibu dengan sigap.

Mentan lalu melempar tawaran. "Kalau saya beli Rp5 ribu, mauki?"

"Iye bisa puang," jawabnya polos, tanpa banyak pikir.

Respons jujur itu rupanya menyentuh hati sang menteri. "Kamu penjual jujur," pujinya. Lalu ia bertanya lagi, "Berapa semua harga daganganta ini, saya mau borong."

"Rp200 ribu puang," ucap si ibu, mungkin mengira transaksi biasa saja yang akan terjadi.

Ternyata tidak. Amran justru mengulurkan segepok uang tunai. "Oke, ini saya kasihki uang Rp20 juta untuk modal usaha," katanya.

Spontan, ibu penjual kerupuk itu sujud syukur. Matanya berkaca-kaca. Selama ini, penghasilannya dari berjualan kerupuk sangat tidak menentu. Di tengah ekonomi yang serba sulit, ia harus terus berjuang menghidupi ketujuh buah hatinya. Bantuan sebesar itu bagai angin segar yang tak terduga.

"Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti untuk kami. Semoga usaha kami bisa lebih berkembang dan puang Mentan selalu dimurahkan rejekinya," ujarnya, masih terbata-bata.

Momen haru itu disaksikan langsung oleh Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, serta ribuan masyarakat yang memadati lapangan. Mereka berdecak kagum.

Dalam kesempatan itu, Amran berpesan. "Saya berharap, bantuan tersebut tidak hanya meringankan beban, tetapi juga menjadi titik awal perubahan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga penerima," ucapnya.

Memang, sebuah aksi sederhana. Namun, bagi ibu penjual kerupuk itu, hari Minggu di Lapangan Merdeka mungkin adalah awal dari sebuah babak baru.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar