Trump Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Neraka

- Minggu, 05 April 2026 | 02:00 WIB
Trump Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Neraka

Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya Trump mengeluarkan ultimatum. Awalnya, pada 21 Maret, dia sudah mengancam akan "menghancurkan" pembangkit listrik Iran. Target pertama adalah yang terbesar di negara itu. Syaratnya sama: buka Selat Hormuz tanpa syarat dalam 48 jam.

Namun begitu, situasinya sempat berubah. Dua hari setelah ancaman pertama, Trump menyebut ada "percakapan yang sangat baik dan produktif" dengan otoritas Iran. Karena itulah, rencana serangan ditundanya dulu sekitar lima hari.

Tapi sekarang, tenggat waktu itu bergulir lagi. Batas akhirnya adalah Senin malam ini, pukul 20.00 waktu setempat, atau tengah malam GMT hari Selasa.

Di sisi lain, ancaman menyerang infrastruktur energi sipil seperti pembangkit listrik ini menuai kritik dari banyak pengamat. Para ahli hukum internasional berpendapat, aksi semacam itu bisa digolongkan sebagai kejahatan perang. Serangan terhadap fasilitas vital yang mengganggu kehidupan warga sipil memang selalu jadi perdebatan sengit.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar