Sebenarnya, sebelum jenazah tiba, warga sekitar sudah menunjukkan solidaritasnya. Puluhan orang memadati halaman dan teras rumah untuk menggelar doa serta tahlilan. Ada yang duduk di kursi, tak sedikit pula yang lesehan. Kehadiran sejumlah anggota TNI yang berjaga menambah kesan khidmat di lokasi duka itu.
Komandan Brigade Infanteri 25/Siwah, Kolonel Inf Dimar Bahtera, turut hadir. Ia mencoba menjelaskan soal waktu kedatangan yang sedikit mundur itu.
Ucapannya mungkin ingin menenangkan. Tapi di tengah kepedihan yang begitu dalam, logistik dan waktu kadang terasa tak relevan. Yang tersisa hanyalah duka seorang prajurit yang pulang tak lagi bernyawa, dan keluarga yang harus merelakannya pergi untuk selamanya.
Artikel Terkait
Pemilik Hajatan Tewas Dikeroyok Preman Usai Tolak Permintaan Miras di Purwakarta
Kementerian China Desak Pengguna iPhone dan iPad Segera Perbarui iOS untuk Hindari Eksploitasi Aktif
Politisi Desak Investigasi Tuntas Usai Ledakan Lukai Tiga Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon Selatan
Pria Bakar Mantan Istri dan Mertua di Jepara Usai Ditolak Rujuk, Satu Tewas