Udara di Bandara Soekarno-Hatta Sabtu malam itu terasa berat. Kepergian tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon, UNIFIL, meninggalkan duka yang dalam. Bukan hanya bagi keluarga, tapi bagi seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia.
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Di sela-sela kesibukan, ia menyampaikan perasaan kehilangan yang amat besar.
"Jadi kami hari ini berduka. Tiga anggota kita gugur. Untuk tiga orang ini kami sangat kehilangan," ucapnya, suaranya terdengar penuh penghargaan.
Ia menegaskan, ketiganya bukan prajurit biasa. Mereka adalah hasil seleksi ketat, putra-putra terbaik bangsa yang diutus untuk mewakili Indonesia di kancah dunia.
"Mereka adalah putra-putra terbaik kami yang kami pilih untuk berangkat dalam penugasan peacekeeping," tutur Maruli.
Sayangnya, kabar duka itu belum sepenuhnya jelas. Masih ada laporan lain yang membuat hati semakin cemas. Beberapa prajurit lainnya dikabarkan terluka dan masih menjalani perawatan di rumah sakit. Kondisi mereka bagaimana, belum bisa dipastikan.
Artikel Terkait
Armada Kemanusiaan Global Berlayar dari Marseille untuk Bantu Gaza
Harga Emas Antam di Pegadaian Stagnan pada Minggu, 5 April 2026
Delapan Rudal Iran Hantam Israel, Lima Orang Terluka dan Kerusakan Parah Dilaporkan
Mendagri Minta Pemda Berhemat untuk Cegah PHK PPPK Jelang Batas APBD 2027