Di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, situasinya belum benar-benar aman. Status tanggap darurat masih berlaku di sana. Pasalnya, menurut keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), longsor susulan masih terus terjadi hingga beberapa hari terakhir.
“Kabupaten Agam ini yang beberapa kali hingga tiga hari yang lalu itu masih ada bencana longsor susulan,”
Ujar Kapusdatin BNPB Abdul Muhari saat memberikan keterangan di Graha BNPB, Jakarta, pada hari Minggu (4/1).
Menurut Muhari, pemicu utamanya adalah kondisi alam di hulu. Ada rekahan-rekahan di sana yang membuat tanah rentan bergerak. Belum lagi, hujan dengan durasi lama dan intensitas sedang bisa memicu banjir bandang berulang.
“Jadi banjir lumpur diikuti oleh batu-batu besar yang di daerah disebut galodo itu masih terjadi, karena memang di bagian hulunya terdeteksi ada rekahan-rekahan,”
paparnya lagi.
Masalah lain yang dihadapi adalah sungainya sendiri. Aliran air tak lagi lancar seperti dulu. Pendangkalan akibat sedimentasi lumpur membuat daya tampung sungai menurun drastis. Akibatnya, air mudah meluap saat hujan turun.
“Karena ini memang kapasitas daya tampung dari saluran utama ini belum optimal. Tentu saja kita terus melakukan percepatan normalisasi saluran di darat, khususnya titik-titik yang kita identifikasi di jalur-jalur sungai yang baru ini selalu menimbulkan luapan air ketika hujan,”
jelas Muhari.
Di sisi lain, upaya mitigasi terus digenjot. BNPB bersama tim gabungan tak berhenti bekerja. Salah satu senjata andalan mereka adalah Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC. Teknik ini diharapkan bisa mengurangi curah hujan di titik-titik rawan.
“Modifikasi cuaca hingga hari ini terus kita lakukan. Dan ini yang sebenarnya menjadi pegangan utama kita untuk bisa mengurangi potensi bencana susulan,”
kata dia.
Kalau melihat peta status darurat di Sumatera Barat, Agam memang satu-satunya yang masih berstatus tanggap darurat. Wilayah lain di provinsi itu sudah masuk fase transisi.
Namun begitu, situasi di provinsi tetangga, Aceh, masih cukup berat. Di sana, tercatat sepuluh daerah masih berstatus tanggap darurat. Delapan daerah lainnya sudah masuk transisi.
Sementara itu, di Sumatera Utara, kondisi tampaknya mulai membaik. Seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut telah bergeser ke status transisi darurat.
“Provinsi Sumatera Utara sendiri saat ini sudah dalam status transisi darurat,”
tutup Muhari mengakhiri penjelasannya.
Artikel Terkait
Puluhan Dapur Makan Bergizi Gratis di Jombang Berhenti Beroperasi Akibat Dana Operasional dari BGN Mandek
Timnas Indonesia Tutup FIFA Matchday Juni 2026 dengan Kemenangan Sempurna, Taklukkan Mozambik 1-0
WNA Singapura Ditemukan Tewas di Apartemen Batam Center, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Timnas Putri Indonesia Ditahan Imbang Kamboja di Laga Penutup FIFA Matchday